(terinspirasi dari note seorang sahabat)
Siang ini tak seterang biasanya,cuaca agak lembab.Tapi keadaan ini tak menyurutkan semangatku untuk tetap bekerja,mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.Kata orang ini adalah prinsip ekonomi,bahwa pengorbanan sekecil-kecilnya untuk hasil sebesar-besarnya.Ah,sudah lah..peduli apa dengan teori itu,yang penting aku harus mengisi perutku.Sedikit informasi,aku ini termasuk golongan sukses,karena usaha ‘kerasku’,aku bisa seberhasil sekarang.Dan kau perlu tahu,kerjaku sekarang tinggal duduk,menunggu order,dan mengolahnya sedemikian rupa sehingga akan memberikan hasil yang ‘rapi’.Aku yakin,orang-orang di bumi ini pasti mengetahui ‘order-order’ hasil olahanku.Ada dari mereka yang berdecak kagum dan bangga dengan hasil kerjaku,tapi ada pula yang iri karena mereka anggap pekerjaanku tidak bersih.Masa bodoh tentang bersih atau tidaknya,yang jelas perutku ini masih ‘lapar’ dan harus diisi.
Aku hanya menerima pekerjaan dari mereka yang berduit saja.Apa pula keuntungan yang aku dapat kalau aku bekerja untuk orang kere,yang untuk makan sendiri saja mereka tak mampu,bukankah begitu?
Sebenarnya perutku sudah ‘buncit’,kenyang akan hasil jerih payahku selama ini.Tapi aku masih ingin membuncitkannya,kan nantinya akan membuatku meraih kebahagiaan duniawi.Persetan dengan urusan akhirat nanti,hadapi yang ada sekarang saja.Kan yang menjamin hidup sekarang ini uang,bukan agama sebagai pegangan (itu menurutku).
Oya,mungkin kau masih penasaran dengan hasil-hasil kerjaku.Baiklah aku beri sedikit contoh dan kau akan tahu disebut apa aku ini.
Contohnya kau bisa lihat dari kasus Rekayasa Kriminalisasi KPK dan pemenjaraan Mak Minah di Banyumas karena mencuri 3 biji kakao.Benar kan kataku tadi,aku hanya bekerja untuk orang-orang yang punya duit saja.
Nah,dan sekarang kau pasti tahu kan disebut sebagai apa aku ini?
Eits,jangan salah,aku bangga dengan diriku karena aku masih bisa memberi makan perutku yang masih ‘lapar’ ini dengan pekerjaan tersebut.Eh ya,mungkin lebih tepatnya ini bukan suatu pekerjaan,tapi aku yang dijadikan dasar dalam bangsa ini.Tapi ya aku sudah tak peduli lagi dengan benar salah,toh aku masih mereka pegang kan?